• umamnoer.com
  • 50 tahun Attaqwa Putri

bacaan hari ini: the professional stranger – M.H. Agar

on . Posted in Catatan Tepi

Membaca tulisan Agar, membuat saya lebih mudah mengerti mengenai apa yang diinginkan oleh etnografi. Di awal tulisannya, Agar dengan sangat brilian menceritakan mengenai penelitian yang dilakukan oleh Stephens, yang dilatarbelakangi oleh tradisi sosiologi. Dick, begitu Agar menyebutnya, melakukan penelitian pada junkie, dan bagaimana label (Dick menggunakan teori label) berpengaruh terhadap diri mereka. Dalam hal ini Dick membuat kerangka hipotesa, menyusun operasionalisasi variabel, menyusun pertanyaan, mengisikan hasil pertanyaan, dan menganalisisnya untuk menguji teori yang digunakan.

 

Agar mengkritik apa yang dilakukan oleh Dick. Dalam pandangan Agar, salah satu masalah krusial yang muncul dari model penelitian seperti ini pada hubungan yang asimetris antara peneliti dengan yang diteliti, dalam hal ini antara Dick dan para junkies. Si pewawancara menempati posisi yang dominan, dan posisi ini memberikan kewajiban responden untuk merespon pertanyaan yang diajukan. Hubungan model ini pun hanya lah berlangsung sebatas yang diperlukan untuk mendapatkan jawaban yang dibutuhkan, sehingga hubungan yang ada lebih sebatas hubungan jangka pendek. Pewawancara bahkan tidak perlu mendatangi responden untuk menyampaikan sejumlah pertanyaan, namun dapat diwakilkan melalui orang lain, hal mana dilakukan oleh Dick. Dalam kritiknya, Agar menyampaikan bahwa masalah hubungan yang asimetris dan singkat acapkali membuat seorang peneliti tidak memiliki kedalaman data. Meskipun demikian, Agar sendiri menyatakan bahwa kritik yang ia sampaikan tidak lah berarti bahwa penelitian berbasis pengujian teori atau hipotesis adalah sesuatu yang buruk.
 
Dalam pandangan Agar, penelitian berbasiskan etnografi adalah kontras dari penelitian yang dilakukan oleh Dick. Salah satu ciri mendasarnya adalah keterkaitan langsung antara diri peneliti dengan komunitas yang menjadi subjek penelitian. Penelitian etnografi pun memiliki hubungan yang asimetris. Alih-alih menjadikan posisi peneliti lebih dominan, hubungan ini menjadikan informan memiliki posisi yang dominan ketimbang peneliti. Agar sendiri menyatakan bahwa tidak berarti seorang etnografer tidak membutuhkan model pengujian hipotesis, hanya saja jika ia ingin melakukan hal tersebut, maka seluruh variabel, operasionalisasi, dan spesifikasi sampel harus tumbuh dari pemahaman dirinya atas komunitas tersebut bukan lah dipaksakan dari awal.
 
Penelitian etnografi membutuhkan hubungan jangka panjang. Hal ini disebabkan karena dibutuhkan waktu bagi komunitas untuk menerima diri peneliti, untuk belajar dari dan mengenai komunitas itu pun membutuhkan waktu, bahkan lebih banyak waktu diperlukan untuk melihat anggota komunitas melakukan berbagai kegiatan dengan berbagai peran di berbagai waktu dan berbagai kesempatan. Hal ini juga terjadi dengan mempertimbangkan bahwa bagi kebanyakan orang lebih nyaman untuk berinteraksi di rumah mereka sendiri ketimbang di dalam laboratorium atau situasi yang sama seperti laboratorium atau kantor. Berbeda dengan model pengujian teori atau hipotesis yang memiliki tujuan pokok untuk menguji, penelitian etnografi memutuskan untuk berjalan ke arah yang berbeda. Seorang etnografer mempelajari sesuatu yang baru dan mencoba mempelajari dan memahami bagaimana hal tersebut berkaitan dengan aspek-aspek lain dari situasi di mana pengetahuan baru tersebut muncul.
 
Dengan menggunakan model yang kompleks seperti ini, yakni dengan menitikberatkan pada hubungan-hubungan ini, peneliti etnografi (atau etnografi itu sendiri) berkeyakinan bahwa observasi yang terisolasi tidak dapat dimengerti kecuali anda memahami hubungannya dengan aspek lain manakala situasi tersebut terjadi. Hal ini disebut perspektif holistik. Meskipun perspektif holistik ini tidak lepas dari kritik, namun perspektif ini membantu memahami sebuah situasi dengan lebih baik. Kondisi ini pada dasarnya membawa seorang etnografer pada tujuan dari etnografi: belajar mengenai sesuatu. Salah satu tujuan etnografi adalah agar etnografer dapat mempelajari sesuatu yang sebelumnya tidak ia ketahui.
 

Jadwal Salat